Showing posts with label BahtsulMasail. Show all posts
Showing posts with label BahtsulMasail. Show all posts

Thursday, July 23, 2009

Bahtsul Masail NU Wonogiri

RANCANGAN RUMUSAN BAHTSUL MASAIL

NU WONOGIRI

BULAN JULI TAHUN 2009

  1. PERTANYAAN

Pertanyaan : Saat wanita menstruasi tidak boleh membaca ayat-ayat Al-Qur'an, sampai dimana batas-batas ayat Al-Qur'an yang tidak boleh dibaca tersebut?

JAWAB

Ayat Al-Qur'an ada yang disebut adzkarul Qur'an dan itu boleh dibaca bagi orang yang menstruasi dengan syarat tidak niat membaca Al-Qur'an misalnya niat dzikir, contoh ketika seseorang mau naik kendaraan disunatkan membaca subhanalladzi sakhkhorolana hadza dst… ( Kitab Bajuri juz I hal.114 /Ianatuththolibin juz 1 Hal 79)



وَمَحَلُّ الْحُرْمَةِ اِنْ قَصَدَتْ القِرَأَةَ وَلَوَ مَعَ غَيْرِهَا فَاِنْ قَصَدَتْ الذِّكْرَ اَوْ اَطْلَقَتْ لمَ ْ يَحْرُمْ لِأَنَّهُ لمَ ْيُسَمّى عِنْدَ الصَّا رِفِ لِكَوْنِهَا حَا ئِضَةً اِلَّا بِالْقَصْدِ. اعانة الطالبين 1 ص 79

  1. PERTANYAAN

Pertanyaan : Apakah diperbolehkan bagi orang yang berkurban memakan dagingnya ?

JAWAB

Boleh, bahkan sunah, kecuali jika nadzar. Maka tidak diperbolehkan makan daging tersebut bagi orang yang berkurban dan keluarganya. ( Kitab Bajuri juz 2 Hal. 300-301 )



وَلَا يَأْ كُلُ الْمُضَحّيْ شَيْأً مِنَ الْاُضْحِيَةِ الْمَنْذُوْرَةِ.بَلْ يَجِبُ عَلَيْهِ التَّصَدُّقُ بِجَمِيْعِ لَحْمِهَا ..اِلَى اَنْ قَالَ: وَيَأْكُلُ مِنَ الْاُضْحِيَةِ الْمُتَطَوَّعِ بِهَا اي يُسَنُّ لَهُ الْأَكْلُ مِنْهَا وَيُسَنُّ اَنْ يَكُوْنَ مِنْ كَبِدِ الْاُضْحِيَةِ . باجوري.2.ص 300-301

  1. PERTANYAAN

Bagaimana hukum islam seorang istri mencari nafkah untuk suami dan anaknya ?

JAWAB

Jikalau si lelaki berkeyakinan, atau ada tanda-tanda bahwa si istri senang hati untuk memberi nafkah dan bekerja. Maka halal itu dimakan oleh silelaki disamakan dengan mahar yang yang disebut dalam firman Allah yang artinya ( jikalau mereka para istri senang hati untukmu maka makanlah mahar itu dengan baik dan tulus )



وَاتُواالنِّسَاءَصَدُقتِهِنَّ نِحْلَةً فَاِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍمِنْهُ نَفْسًافَكُلُوْهُ هَنِيْأًمَرِيْأً (النساء 4)

  1. PERTANYAAN

Pertanyaan : Bagaimana hukumnya khutbah pakai tongkat ?

JAWAB

Sunah. Keterangan dari kitab Nihyatuz zain



وَأَنْ يَشْغُلَ يُسْرَاهُ بِسَيْفٍ اَوْعَصَااَوْقَوْسٍ اَوْرُمْحٍ اَىْ تَارَةًعَلَى هذَا وَتَارَةًعَلَى هَذَا.وَحِكْمَتُه الِاشَاَرَةُ اِلَى أَنَّ الدِّيْنَ قَامَ بِالسِّلَاحِ. نها يةالزين 142

  1. PERTANYAAN

Saya pernah dengar dalam khutbah jum'at itu ada sebagian orang di akhir khutbah memakai salam dan sedangkan yang lainnya tidak, apakah ada dasar / hadist yang menjelaskannya ?

JAWAB

Tidak, hanya saja salam tersebut tidak membatalkan jum'atan karena tidak memutuskan muwalah.



وَضَابِطُ الْمُوَالَاةِ اَنْ لَايَتَخَلَّلَ مَايَسَعُ رَكْعَتَيْنِ بِأَخَفَّ مُمْكِنٍ وَلَايَضُرُّتَخَلُّلُ الْوَعْظِ بَيْنَ الْاَرْكَانِ وَاِنْ طَاَل . نهايةالز ين 141

  1. PERTANYAAN

Pertanyaan : Ini ada suatu kejadian, ada orang baru saja masuk islam, suatu hari orang tuanya meninggal tetapi orang tua tadi agamanya lain, yang saya tanyakan bagaimana cara mendo'akannya dan apakah do'a sang anak tadi bisa sampai pada orang tuanya ?

JAWAB

Tidak, karena beda aqidah



مَاكَا نَ النَّبِيُّ وَالّذِيْنَ أمَنُوْاأَنْ يَسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَلَوْكَانُوْااُولِي قُرْبى التوبة 113

  1. PERTANYAAN

Sang suami yang meminum air susu istrinya hukumnya bagaimana, setelah itu halalkah dikumpuli karena saudara sesusuan haram di nikah ?

JAWAB

Hukumnya tidak apa-apa, karena tidak menjadikan / menyebabkan saudara tunggal roudlo' ( susuwan ) sebab syarat untuk menjadi saudara sesusuwan ada dua yang pertama usianya sebelum dua tahun, kedua lima kali sedotan dan kesemuanya masuk kedalam perut anak tersebut.



وَاِذَا اَرْضَعَتْ المَرْأَةُ بِلَبَنِهَا وَلَدًا صَارَ الرَّضِْيعُ وَلَدَهَا بِشَرْطَيْنِ اَحَدَهُمَا اَنْ يَكُوْنَ لَهُ دَوْنَ الحَوْلَيْنِ وَالثَّانِى اَنْ تَرْضَعَهُ خَمْسَ رَضَعَاتٍ مُتَفَرِّقَةٍ وَاصِلَةٍ جَوْفَ الرَّضِيْعِ .باجوري 2 ص 182-183

  1. PERTANYAAN

Bagaimana hukumnya bila menjual binatang yang telah mati ? (bangkai)

JAWAB

Hukumnya harom



وَلَايَصِحُّ بَيْعُ نَجَسِ الْعَيْنِ وَلَامُتَنَجِّسٍ لَا يُمْكِنُ تَطْهِيْرُهُ بِالْغُسْلِ اِسْتِقْلَا لًا بِخِلَا فِهِ تَبَعًا. باجوري.1.ص 341

(قَوْلُهُ كَمَيْتَةٍ )مَعْطُوْفٍ عَلى قَوْلِه كَرَوْثٍ وَهِيَ مَازَالَتْ حَيَاتُهَا لَا بِذَكَاةٍشَرْعِيَّةٍ,فَيَدْ خَلُ مَا مَاتَ بِحَنَقِ اَنْفِهِ مِنْ مَأْكُوْلٍ وَغَيْرِهِ وَمَا ذُكِيَ مِنْ غَيْرِ الْمَأْكُوْلِ وَمَا ذُكِيَ مِنْهُ مَعَ فَقْدِ الشَّرْطِ. اعا نة الطالبين 1 ص 89

قال تعالى : حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ..( المائدة 3)

  1. PERTANYAAN

Bagaimana hukumnya makan makanan yang bercampur saren (dideh)

JAWAB

Hukumnya harom


قَوْلُهُ (ودم) بِالْجَرِّ اَيْضًا عَطْفٌ عَلَى رَوْثٍ فَهُوَ نَجَسٌ

اعانة الطالبين1 ص 83

قال تعالى : حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ..( المائدة 3)

  1. PERTANYAAN

Bagaimana hukumnya seseorang yang sedang haid mengajar TPQ dimasjid ? dalam keadaan terpaksa

JAWAB

Mengajarnya boleh asal tidak niat baca Al-Qur'an tapi tidak didalam masjid yakni harus diluar masjid / srambi



وَيَحْرُمُ بِالْجَنَابَةِ الْمُكْثُ فِى الْمَسْجِدِ وَقِرَأَةُ قُرْأنٍ بِقَصْدِهِ وَلَوْبَعْضَ أيَةٍ ِبحَيْثُ يَسْمَعُ نَفْسَه. اعانة الطالبين 1ص 69 وَفِي اِعَانَةِ الطَّالِبَيْنَ 1 ص 82 عِبَارَةٌ وَهِيَ وَيَحْرُمُ بِه اى بِالْحَيْضِ مَا يَحْرُمُ بِالْجَنَابَةِ.

  1. PERTANYAAN

Apakah diperbolehkan seorang istri keluar rumah memakai pakaian mewah dan berdandan tanpa seizin dari suaminya ?

JAWAB

Tidak diperbolehkan / haram



وَقَالَ عَبْدُالرَّحْمن ابْنُ عَوْفٍ رَضِىَ الله عَنْهُ سَمِعْتُ رَسُوْلَ الله صلي الله عليه وسلم يَقُوْلُ: أَيُّمَاامرأةٍعَبَسَتْ فِى زَوْجِهَااِلَّاقَامَتْ مِنْ قَبْرِهَامُسْوَدَّةَالْوَجْهِ وَاَيُّمَاامرَاَةٍخَرَجَتْ مِنْ دَارِهَابِغَيْرِاِذْنِ زَوْجِهَالَعَنَتْهَاالْمَلَائِكَةُ حَتَّى تَرْجِعَ اَىْ اِلَى بَيْتِهَا. وقال عثمان ابن عفان سمعت رصول الله صلعم يقول مَاخَرَجَتْ اِمْرأَةٌ مِنْ بَيْتِ زَوْجِهَابِغَيْرِاِذْنِه اِلَّالَعَنَهَاكُلُّ شَئْ ٍطَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ حَتَّى الْحِيْتانُ فِى الْبَحْرِ (عقوداللجين ص 10)

  1. PERTANYAAN

Ada aliran yang mengatakan bahwa daging anjing halal dimakan asal cara menyembelihnya mengucap basmalah, bagaimana hukum yang benar ?

JAWAB

Hukum yang benar anjing haram, karena termasuk hewan buas



وَيَحْرُمُ مِنَ السبَاعِ مَاله نابٌ اى سِنٌّ يَعْدُوْبِه على الحيوانِ كَاَ سَدٍ وَنَمرٍالى ان قال والكلبِ والخنزيرِوالفَهْدِ وابنِ اوى . باجورى جز2 ص 192-193

  1. PERTANYAAN

Air liur anjing dikatakan tidak najis apabila tidak terkena bejana, mohon penjelasan najis / tidak.

JAWAB

Yang jelas air liur anjing itu najis berdasarkan hadis nabi yang kami nukil dari kitab I'anah juzz 1 hal. 92.



قوله وَكَكَلْبٍ اى وَلَوْمُعَلَّمًالخبرِمسلمٍ : طَهُوْرُاِنَاءِ احدِكُمْ اِذَاوَلَغَ فِيْهِ الْكَلْبُ اَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ اُوْلَا هُنَّ بِالتُّرَبِ ,وَجْهُ الدِّلَالَةِ اَنّ الطهارةَ اِمَّالِحَدَثٍ اَوْخَبَثٍ اَوْتَكْرِمَةٍوَلَاحَدَثَ عَلَى الْاِنَاءِ ولاتكرمةَ فَتَعَيَّنَتْ طَهَارَةُالْخَبَثِ فَثَبَتَتْ نَجَاسَةَ فَمِهِ

  1. PERTANYAAN

Apa hukumnya bagi orang islam memanjakan kuku ?

JAWAB

Boleh tapi makruh, dengan syarat tidak mendatangkan atau menyimpan kotoran yang menyebabkan air tidak masuk mengenai kulit, sehingga menyebabkan tidak sahnya wudlu / mandi besar.



وَكَذَا يُشْتَرَطُ على مَاجَزَمَ بِه كثيرونَ اَنْ لَايَكُوْ نَ وَسَخٌ تَحْتَ ظُفْرٍيَمْنَعُ وُصُوْلَ المْاَءِتَحْتَه خِلاَفاًلِجَمْعٍ مِنْهُمْ الْغَزَالى والزَّرْكَشِى وَغَيْرُهُمَا وَاَطَالُوافِى تَرْجِيْحِهِ (قوله واطالوا) اى مُسْتَدِلِّيْنَ بِاَنّه صلعم كَانَ يَأْ مُرُبِتَقْلِيْمِ الْاَظْفَارِوَرَمْىِ مَاتَحْتَهَا. ا عانه.351

  1. PERTANYAAN

Bagaimana hukumnya menjual kotoran sapi untuk pupuk ?

JAWAB

Hukumnya tidak sah, karena barang najis kecuali kalau hanya sekedar untuk ongkos tenaga pemindahan barang tersebut ( Ket dari kitab Bajuri juz 1 hal 341



فَلَا يَصِحُّ بَيْعُ نجسِ الْعَيْنِ وَلَايُمْكِنُ تَطْهِيْرُهُ بِالْغُسْلِ اِسْتِقْلَالًا بِخِلَافِه تَبَعًااِلَى اَنْ قَاَلَ وَالَّذِى حَقَّقَهُ اِبْنُ قَاسِمٍ أن الْمَبِيْعَ هُوَالطَّاهِرُفَقَطْ والنجس ماخوذٌبحكمِ نقلِ اليدِعَنِ الْاِخْتِصَاصِ فَهُوَغَيْرُمَبِيْعٍ وَاِنْ قَابَلَه جُزْءٌ مِنَ الثَّمَنِ

Read more...

Sunday, July 12, 2009

Hukum “Pedekate” dengan Facebook

08/06/2009
Berikut ini adalah salah satu hasil bahtsul masail diniyyah atau pembahasan masalah keagamaan oleh Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) se-Jawa Timur di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadiat Lirboyo Kediri 20-21 Mei 2009 lalu. Beberapa media massa sempat memberitakan bahwa forum ini mengharamkan Facebook, sebuah jaringan komunikasi dunia maya. Ternyata tidak sesederhana itu. ***(Teks Arab tidak disertakan. Redaksi)

Dewasa ini, perubahan yang paling ngetop dengan terciptanya fasilitas komunikasi ini adalah tren hubungan muda-mudi (ajnabi) via HP yang begitu akrab, dekat dan bahkan over intim. Dengan fasilitas audio call, video call, SMS, 3G, Chatting, Friendster, facebook, dan lain-lain. Jarak ruang dan waktu yang tadinya menjadi rintangan terjalinnya keakraban dan kedekatan hubungan lawan jenis nyaris hilang dengan hubungan via HP.

Lebih dari itu, nilai kesopanan dan keluguan seseorang bahkan ketabuan sekalipun akan sangat mudah ditawar menjadi suasana fair dan vulgar tanpa batas dalam hubungan ini. Tren hubungan via HP ini barangkali dimanfaatkan sebagai media menjalin hubungan lawan jenis untuk sekedar "main-main" atau justru lebih ekstrim dari itu. Sedangkan bagi mereka yang sudah mengidap "syndrome usia," hubungan lawan jenis via HP sangat efektif untuk dimanfaatkan sebagai media PDKT (pendekatan) untuk menjajaki atau mengenali karakteristik kepribadian seseorang yang dihasrati yang pada gilirannya akan ia pilih sebagai pasangan hidup atau hanya berhenti pada hubungan sahabat.

Pertanyaan pertama:

Bagaimana hukum PDKT via HP (telpon, SMS, 3G, chatting, friendster, facebook, dan lain-lain) dengan lawan jenis dalam rangka mencari jodoh yang paling ideal atau untuk penjajakan dan pengenalan lebih intim tentang karakteristik kepribadian seseorang yang diminati untuk dijadikan pasangan hidup, baik sebelum atau pasca khitbah (pertunangan)?

Jawaban:

Komunikasi via HP pada dasarnya sama dengan komunikasi secara langsung. Hukum komunikasi dengan lawan jenis tidak diperbolehkan kecuali ada hajat seperti dalam rangka khitbah, muamalah, dan lain sebagainya.

Mengenai pengenalan karakter dan penjajakan lebih jauh terhadap lawan jenis seperti dalam deskipsi tidak dapat dikategorikan hajat karena belum ada ‘azm (keinginan kuat untuk menikahi orang tertentu). Sedang hubungan via 3G juga tidak diperbolehkan bila menimbulkan syahwat atau fitnah.

(Kitab-kitab rujukan: Bariqah Mahmudiyyah vol. IV hal. 7, Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah vol. I hal. 12763, Ihya ‘Ulumiddin vol. III hal. 99, Hasyiyah al-Jamal vol. IV hal. 120, Is’adur Rafiq vol. II hal. 105, Al-Fiqhul Islamy vol. IX hal. 6292, I’anatut Thalibin vol. III hal. 301, Qulyuby ‘Umairah vol. III hal. 209, I’anatut Thalibin vol. III hal. 260, Al-Fatawi al-Fiqhiyyah al-Kubra vol. I hal. 203, Tausyih ‘ala ibn Qosim hal.197)

Pertanyaan kedua:

Mempertimbangkan ekses negatif yang ditimbulkan, kontak via HP (telpon, SMS, 3G, chatting, Friendster, facebook, dan lain-lain) dengan ajnaby (bukan muhrim), bisakah dikategorikan atau semakna dengan khalwah (mojok) jika dilakukan di tempat-tempat tertutup?

Jawaban:

Kontak via HP sebagaimana dalam deskripsi di atas yang dapat menimbulkan syahwat atau fitnah tidak dapat dikategorikan khalwah namun hukumnya haram.

(Beberapa kitab yang dirujuk: Hasyiyah Al-Jamal vol. IV hal. 125, Al-Qamus al-Fiqhy vol. I hal. 122, Bughyatul Mustarsyidin hal. 200, Asnal Mathalib vol. IV hal. 179, Al-Mausu’atul Fiqhiyyah vol. IXX hal. 267, Hasyiyah Al-Jamal vol. IV hal. 467, Al-Fatawi al-Fiqhiyyah al-Kubra vol. IV hal. 107-107, Hasyiyah Jamal vol. IV hal. 121, Is’adur Rafiq vol. II hal. 93, dan Hasyiyah Al-Jamal vol. IV hal. 121 I’anatut Thalibin vol. III hal. 301, Qulyuby ‘Umairah vol. III hal. 209)

Sumber : http://www.nu.or.id

Read more...
 

Blogroll

Colour

  © Blogger Template Created by [RIDHO]